Hari Ini: | بسم الله الرحمن الرحيم | Daftar Member | Login | Find us on:  

HUT RI ke 71

TIM OSN

Smansa Choir

banner4

olimpiade sains

banner6

banner7

banner8

banner9

banner10

banner11

banner12

banner13

banner14

banner15

banner16

banner17

banner18

dinas

smansa

unbk

Learning

Praktikum

cbt

OSN 2015

M/27 Zulqaidah 1438 H

Selamat Datang di Website Resmi SMAN 1 BALIKPAPAN - Menghasilkan Insan Religius, Berkarakter, Berprestasi, Berwawasan Global dan Berbudaya Lingkungan

Kurikulum K13

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Kerangka Dasar

Kurikulum SMA Negeri 1 Balikpapan disusun oleh team pengembang kurikulum (TPK) dengan memperhatikan landasan filosofis, teoritis dan yuridin sebagai berikut :

 

Struktur Kurikulum

Landasan Filosofi

Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

  1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
  2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.

3.   Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.

4.      Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.

 

Landasan Teoritis

Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. 

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

 

Landasan Yuridis

Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:

1)          Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2)          Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

3)          Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

4)          Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;

5)          Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 halaman 5-6, ditambah dengan landasan lain yang menjadi landasan kerangka dasar yang sesuai dengan karakteristik daerah atau sekolah, misalnya untuk penambahan muatan lokal di mata pelajaran wajib B; dan

6)          Permendikbud no. 81 A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.

7)          Permendikbud no. 59 tahun 2014 tentang kurikulum 13 SMA/MA

8)          Permendikbud no. 79 tahun 2014 tentang Muatan local Kurikulum 2013

9)          Permendikbud no. 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

10)       Permendikbud no. 104 tahun 2014 tentang Sistem Penilaian kurikulum 2013 SMA/MA

11)       Permendikbud no. 5 tahun 2015 tentang Kriteria kelulusan Peserta didik SMA/MA

12)       Surat Keputusan Kepala Sekolah No. 188.4/563/SK/IX/2015. Tentang Pembelajaran Muatan local di SMA N 1 Balikpapan

 

Dengan demikian, Kurikulum SMA Negeri 1 Balikpapan  dikembangkan dengan mengacu kepada landasan filosofis, teoritis, dan yuridis di atas, sehingga diharapkan dapat mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia diwujudkan melalui berbagai aktifitas dan kreatifitas, baik kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

 

SMA Negeri 1 Balikpapan pada tahun pelajaran 2015/2016 telah menggunakan  Kurikulum 2013 disemua tingkatan kelas baik kelas X,XI maupun kelas XII.

Muatan kurikulum sesuai dengan pasal 20 Undang-Undang Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud No. 81A tahun 2013. Struktur kurikulum merupakan sekelompok matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang dalam PP No. 32 tahun 2013, Pasal 77 B ayat (1) Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan, dalam ayat (4). Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah terdiri atas: a. muatan umum; b. muatan peminatan akademik; c. muatan akademik kejuruan; dan d. muatan pilihan lintas minat/peminatan.

 

STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMA Negeri 1 Balikpapan

 

Mata Pelajaran

Kelas

X

XI

XII

Kelompok A (Umum)

 

 

 

1

Pendidikan Agama & Budi Pekerti

3

3

3

2

Pend. Pancasila & Kewarganegaraan

2

2

2

3

Bahasa Indonesia

4

4

4

4

Matematika

4

4

4

5

Sejarah Indonesia

2

2

2

6

Bahasa Inggris

2

2

2

Kelompok B (Umum)

 

 

 

7

Seni Budaya

2

2

2

8

Pend. Jaskes dan Mulok

3

3

3

9

Prakarya dan Kewiraswastaan

2

2

2

Jumlah Jam Pelajaran Kel. A dan B / Minggu

24

24

24

Kelompok C (Peminatan)

 

 

 

 

Mata Pelajaran Peminatan Akademik

12

16

16

 

Mata Pelajaran Lintas Minat

6

4

4

 

 

42

44

44

Kelompok Peminatan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

 

 

 

1

Matematika

3

4

4

2

Fisika

3

4

4

3

Kimia

3

4

4

4

Biologi

3

4

4

Kelompok Lintas Minat MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

 

 

 

1

Ekonomi

3

4

4

2

Geografi

3

4

4

3

Sejarah

3

4

4

4

Sosiologi

3

4

4

5

Bahasa dan Sastra Inggris

3

4

4

6

Bahasa dan Sastra Indonesia

3

4

4

Kelompok Peminatan IPS (Ilmu engetahuan  Sosial)

 

 

 

1

Ekonomi

3

4

4

2

Sosiologi

3

4

4

3

Geografi

3

4

4

4

Sejarah

3

4

4

Kelompok Lintas Minat IPS (Ilmu engetahuan  Sosial)

 

 

 

1

Fisika

3

4

4

2

Kimia

3

4

4

3

Biologi

3

4

4

4

Matematika

3

4

4

5

Bahasa dan Sastra Inggris

3

4

4

6

Bahasa dan Sastra Indonesia

3

4

4

 

Muatan Kurikulum, meliputi :

1)       Matapelajaran

Jumlah matapelajaran di tingkat kelas XII  dan XI  terdiri atas 6 matapelajaran kelompok A ( Umum ), 4 matapelajaran kelompok  B ( Umum ), 4 matapelajaran peminatan, dan 1(satu) matapelajaran lintas minat yaitu :

KELOMPOK A (UMUM)

1

Pendidikan Agama dan Budipekerti

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3

Bahasa Indonesia

4

Matematika

5

 Sejarah Indonesia

6

Bahasa Inggris

KELOMPOK B (UMUM)

7

Seni Budaya (Tari, Musik, Teater dan Lukis)

8

Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

9

Prakarya dan KWU

10

PKLH

KELOMPOK PEMINATAN MATEMATIKA & ILMU ALAM

1

Matematika

2

Biologi

3

Fisika

4

Kimia

 KELOMPOK PEMINATAN ILMU-ILMU SOSIAL

1

Geografi

2

Sejarah

3

Sosiologi

4

Ekonomi

KELOMPOK LINTAS MINAT MATEMATIKA DAN ILMU ALAM

1

Geografi

2

Bahasa dan Sastra Inggris

3

Ekonomi

4

Sosiologi

5

Sejarah

KELOMPOK LINTAS MINAT ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1

Biologi

2

Bahasa sastra Inggris

   

 

Jumlah matapelajaran di kelas X, terdiri atas 6 matapelajaran wajib A, 4 matapelajaran wajib B, 4 matapelajaran peminatan, dan 2  matapelajaran lintas minat.

KELOMPOK A (UMUM)

1

Pendidikan Agama dan Budipekerti

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3

Bahasa Indonesia

4

Matematika

5

 Sejarah Indonesia

6

Bahasa Inggris

 

Jumlah

KELOMPOK B (UMUM)

7

Seni Budaya (Tari, Musik,)

8

Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

9

Prakarya dan KWU

10

PKLH

KELOMPOK PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

1

Matematika

2

Biologi

3

Fisika

4

Kimia

 KELOMPOK PEMINATAN ILMU PENGETAHUAN  SOSIAL

1

Geografi

2

Sejarah

3

Sosiologi

4

Ekonomi

KELOMPOK LINTAS MINAT MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

1

Geografi

2

Bahasa dan Sastra Inggris

3

Ekonomi

4

Sosiologi

5

Bahasa dan Sastra Indonesia

6

Sejarah

KELOMPOK LINTAS MINAT ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1

Biologi

2

Fisika

3

Bahasa dan Sastra Inggris

4

Matematika

5

Bahasa dan Sastra Indonesia

6

Kimia

 

 

2)     Muatan Lokal

Arah dan kebijakan pembangunan Kota Balikpapan dikembangkan sebagai kota jasa, pendidikan, Industri dan Pariwisata dan memiliki moto kota Beriman (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman) untuk mendukung moto tersebut telah menjadi komitmen wara kota Balikpapan yang tertuang dalam “Balikpapan Kubangun, Kujaga dan Kubela”.

Untuk mewujudkan Kota Balikpapan yang Bersih, Indah, Aman dan Nyaman kota yang telah memiliki segudang prestasi kurang lebih 15 tahun maka sekolah sebagai pusat pendidikan kader bangsa maka SMA Negeri 1 Balikpapan menerapkannya dan mengimplementasikan melalui Pendidikan Kebersihan  dan Lingkungan Hidup (PKLH) yang diharapkan melalui proses pembelajaran baik bersifat integrasi maupun berdiri sendiri SMA Negeri 1 Balikpapan sebagai sekolah yang telah menyandang Sekolah Adiwiyata dan tergolong mandiri maka dengan pembelajaran PKLH diharapkan sekolah menghasilkan siswa :

1)         Memiliki kepedulian terhadap lingkungan baik disekolah maupun dimasyarakat.

2)        Memahami peran lingkungan flora dan fauna terhadap kehidupan di masyarakat.

3)        Mampu mewujudkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari.

4)        Mampu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perlunya Bersih dan Sehat.

5)        Mampu menjaga Flora dan Fauna dalam lingkungan masing-masing siswa.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan peran lingkungan maka dalam kegiatan perlu dilakukan pemasyarakatan hari – hari besar lingkungan.

Hari – hari Besar Lingkungan Hidup yang diperingati oleh sekolah sebagai berikut :

 

No

Tanggal/bulan

Jenis Peringatan

1

10 Januari

Hari Pencanangan Gerakan Satu Juta Pohon

2

2 Februari

Hari Lahan basah

3

21 Februari

Hari Sampah

4

20 Maret

Hari Kehutanan Sedunia

5

22 Maret

Hari Air

6

22 April

Hari Bumi

7

22 Mei

Hari Keanekaragaman Hayati

8

5 Juni

Hari Lingkungan Hidup

9

16 September

Hari Ozon Sedunia

10

5 Oktober

Hari Habitat

11

5 November

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

3)     Pengembangan Diri

Layanan Pengembangan Diri dimaksudkan untuk pembekalan kepada siswa  agar lebih memahami potensi diri masing-masing dengan cara melalui :

Keagamaan dan Pembudayaan.

ü  FKPM (Forum Komunikasi Pelajar Muslim)

ü  Pembacaan kitab suci sesuai dengan agama dan keyakinan masing2.

ü  Sholat Dhuhur, ashar dan Jum’at secara berjamaah.

ü  Pembinaan Karakter  (Implementasi 5 S)

ü  Jum’at Bersih.

ü  Jum’at Sehat.

ü  Jum’at iman.

 

Kepramukaan.

Berdasarkan Permendikbud Republik Indonesia No. 81 A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013 pada lapmiran 3 kegiatan ektrakurikuler merupakan perangkat operasional  (Suplement dan Complements) kurikulum yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan dan kalender pendidikan sekolah.

Ada 3 macam system pelaksanaannya yaitu :

ü  Aktivitas dengan system blok.

Dilaksanakan pada awal tahun atau pada saat libur semester yang mengacu pada kalender pendidikan dengan jumlah minimalnya 32 jam atau kurang lebih 4 hari kerja.

ü  Aktivitas dengan system Aktualisasi.

a)        Dilaksanakan setiap minggu satu kali dengan kelas yang berbeda mengingat terbatasnya tempat latihan dan jumlah pembina

b)        Minimal waktu 120 menit setiap pertemuan / latihan.

c)         Pembina kegiatan dilakukan oleh guru yang telah ditetapkan dan memiliki persyaratan atau dapat bekerja sama dengan pihak lain.

ü  Aktifitas dengan system regular

a)        Bersifar sukarela disesuaikan dengan bakat dan minat peserta didik.

b)        Dilakskanakan setiap minggu sekali sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dengan bergilir atau bergantian.

c)         Dibawah koordinasi oleh Gugus Depan (Gudep) .

d)        Pembina kegiatan guru yang telah ditetapkan dn sesuai dengan persyaratan.

Mengingat SMA Negeri 1 Balikpapan telah memiliki Gudep dengan nomor 05.015 dan 05.016 maka kepramukaan dilakukan dengan system reguler dan aktif mengikuti kegiatan diluar sekolah. Namun kegiatan kepramukaan masih harus dimaksimalkan dalam rangka mewujudkan nilai nilai karakter.

 

Akademik

ü   OSN (Olympiade Sain Nasional)

a)       Matematika

b)       Fisika

c)        Kimia

d)       Biologi

e)        Kebumian

f)         Geografi

g)        Astronomi

h)        Komputer

i)         Ekonomi.

ü   Debat Bahasa Indonesia,

ü   Debat Bahasa Inggris

ü   TOEFL

ü   TOEIC

Layanan Bimbingan Konseling

a)            Layanan Pribadi

Pemberian bantuan dari guru BK / Konselor kepada siswa/ konseli untuk memahami,menerima,mengarahkan,mengambil keputusan dan merealisasikan keputusan secara bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya sehingga dapat mencapai perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.

b)            Layanan Sosial

Merupakan proses pemberian bantuan dari konselor/guru BK kepada siswa  agar siswa dapat :

-             melakukan interaksi social secara positif

-             terampil berinteraksi social

-             mampu mengatasi masalah-masalah social yang dialaminya

-             mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya

c)           Layanan Belajar

Merupakan proses pemberian bantuan dari konselor/guru BK kepada siswa  agar siswa dapat :

-             Mengenali potensi diri untuk belajar

-             Memiliki sikap dan ketrampilan belajar

-             Memiliki kebiasaan belajar teratur

-             Terampil merencanakan pendidikan

-             Memiliki kesiapan menghadapi ujian

d)        Layanan Karier

Merupakan proses pemberian bantuan dari konselor/guru BK kepada siswa  agar siswa dapat mengalami pertumbuhan , perkembangan, eksplorasi, aspirasi , pengambilan keputusan karier sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasarkan informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia dalam lingkungan sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.

Kepemimpinan.

ü   MPK

ü   OSIS

ü   Paskibraka

ü   Palang Merah Remaja (PMR)

Olahraga / O2SN

ü   Basket.

ü   Futsal

ü   Bulu Tangkis

ü   Tenes Meja

ü   Taek Wondo / Beladiri.

ü   Bridge.

Kesenian.

ü   Paduan Suara (SMANZA CHOIR).

ü   Broadcasting.

ü   Teather

ü   Dancer

ü   Tari daerah

 

4)     Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang ditetapkan di SMA Negeri 1 Balikpapan adalah Sistem Paket dimana mata pelajaran diatur setiap semester sesuai dengan struktur kurikulum 2103, dimana pada masing-masing jam menggunakan alokasi waktu 45 menit, namun demikian dalam struktur juga ditambahkan jam pada mata pelajaran tertentu dan Pendidikan Lingkungan Hidup.

Sisem paket ini dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran memalui system paket, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Kegiatan dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik, yang rata-rata 44 jam perminggu dengan perhitungan 6 (enam) hari belajar. Untuk memudah pengolaan jam pelajaran diatur sebagai berikut :

 

Jam ke

Waktu

Keterangan

0

07.00 – 07.15

 

1

07.15 – 08.00

 

2

08.00 – 08.45

 

3

08.45 – 09.30

 

4

09.30 – 10.15

 

 

10.15 – 10.30

Istirahat I

5

10.30 – 11.15

 

6

11.15 – 12.00

 

 

12.00 – 12.30

Istirahat II

7

12.30 – 13.15

 

8

13.15 – 14.00

 

9

14.00 – 14.45

 

10

14.45 – 15.30

 

 

 

 

 

Keterangan :

1)            Harin senin jam 1 dan 2 digunakan untuk upacara dan meiting guru.

2)          Hari Jum’at jam 1 (pertama) digunakan untuk Jum’at Imtaq, Jum’at Bersih dan Jum’at Sehat.

3)          Hari sabtu belajar hanya pada sampai 1 s/d 4. Selebihnya kegiatan ekstrakurikuler

5)     Sistem Penilaian

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan bertujuan untuk menjamin :

1)         Perencanaan penilian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip prinsip penilaian.

2)        Pelaksanaan penilian peserta didik secara professional, terbuka, edukatif, efektif, efisien dan sesuai dengan kontek sosial budaya.

3)        Pelaporan hasil peserta didik secara obyektif, akuntable dan informative.

 

Standar penilaian pendidikan adalah :

Kriteria mengenai mekanisme prosedur dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup : penilian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, Ujian Nasional dan ujian sekolah yang diuraikan sebagai berikut :

1.       Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara

komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan

keluaran (output) pembelajaran.

2.      Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.

3.      Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.

4.      Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur

pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam

proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.

5.      Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

6.      Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

7.      Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh

pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di

akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang

merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

8.      Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti. (KI) pada tingkat kompetensi tersebut.

 

9.      Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK

merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah

untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK. meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

10.     Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan

pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam

rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang

dilaksanakan secara nasional.

Pada pelaksanaan Ujian Nasional yang diperkirakan dilaksanakan minggu ke 2 (dua) bulan April 2016 dilaksnakan dengan CBT (Computer Best Test)

Ujian Sekolah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

6)     Ketuntasan Belajar

Untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam pembelajaran dan untuk menentukan kebijakan terhadap hasil evaluasi maka ditetapkan Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM) di masing-masing pelajaran sebagai berikut :

No

Mata Pelajaran

KKM / Kelas

Keterangan

X

XI

XII

1

Pendidikan Agama & Budi Pekerti

78

78

78

 

2

Pend. Pancasila & Kewarganegaraan

75

75

75

 

3

Bahasa Indonesia

75

75

75

 

4

Matematika

75

75

75

 

5

Sejarah Indonesia

75

75

75

 

6

Bahasa Inggris

75

75

75

 

7

Seni Budaya

75

75

75

 

8

Pend. Jasmani, Olahraga & Kesehatan

75

75

75

 

9

Prakarya dan Kewiraswastaan

78

78

78

 

10

PKLH

75

75

75

 

11

Matematika

75

75

75

 

12

Fisika

75

75

75

 

13

Kimia

75

75

75

 

14

Biologi

75

75

75

 

15

Ekonomi

75

75

75

 

16

Sosiologi

75

75

75

 

17

Geografi

75

75

75

 

18

Sejarah

75

75

75

 

 

Dalam penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) memperhatikan antara lain :

1)         Daya dukung

2)Komplekstirtas

3)Intake

 

Penentuan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dilakukan oleh guru dalam kelompok mata pelajaran dan diajukan kepada sekolah untuk ditetapkan sebagai standar yang  baku melalui surat keputusan kepala sekolah.

Dalam Permendikbud No. 81 A tahun 2013 ketuntasan belajar siswa ditentukan sebagai berikut :

Predikat

Nilai Kompetensi

Pengetahuan

Ketrampilan

Sikap

A

4

4

SB (Sangat Baik)

A -

3,66

3,66

B +

3,33

3,33

B (Baik)

B

3

3

B-

2,66

2,66

C +

2,33

2,33

C (Cukup)

C

2

2

C -

1,66

1,66

D +

1,33

1,33

K (Kurang)

D

1

1

 

Penjelasan :

1)         Untuk KD pada KI-3 (Pengetahuan) dan KI-4 (Ketrampilan) seorang peserta didik dinyatakan belum tuntas belajar apabila menunjukkan nilai kurang dari 2,66 (dua koma enam enam) dari test formatif.

2)        Untuk KD pada KI-3 dan KI-4 disnyatakan sudah tuntas belajar apabila menunjukkan nilai 2,66 atau lebih dari hasil test formatif.

3)        Untuk KD pada KI-1 (Sikap Sprirutual) dan KI-2 (Sikap Sosial) ketuntasan seorang peserta didik dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap  pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh mata pelajaran yakni jika profil peserta didik secara umu berada pada kategori baik (B) menurut standar yang telah ditetapkan pada Buku Panduan Akademik SMA Negeri 1 Balikpapan.

 

Implikasi dari ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut :

1)         Untuk KD pada KI-3 dan KI-4 diberikan Remedial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2,66.

2)        Untuk KD pada KI-3 dan KI-4 diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD berikutnya.

3)        Untuk KD pada KI-1 dan KI-4 diberikan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75 % peserta didik memperooleh nilai kurang 2,66 (dua koma enam enam).

4)        Untuk KD pada KI-1 dan KI-2 pembinaan terhadap peserta didik secara umum profil sekapnya belum masuk kategori baik maka dilakukan penganangan secara holistic  ( yang dilakuakan oleh Guru BK, Wali kelas, Guru Mata Pelajaran, wakil Kesiswaan dan orang tua).

 

7)      Peminatan, Lintas Minat dan Pendalaman Minat

Di SMA Negeri 1 Balikpapan telah menetapkan peminatan yang dibuka antara lain

1)            Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

2)          Ilmu Pengetahuan Sosial.

Untuk program Bahasa tidak disediakan dengan petimbangan SMA Negeri 1 Balikpapan tidak memiliki guru bahasa asing,  berdasarkan survey pemionat program bahasa tergolong kecil peminatnya. Namun dalam pemilihan lintas minat permintaan bahasa asing cukup tinggi pada bahasa mandarin, jerman dan jepang sehingga patut dipikikan demi masa depan siswa yaitu pengadaan guru bahasa asing mengingat sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun secara profesi.

Untuk pemilihan peminatan yang digunakan sebagai standar antara lain :

1)         Nilai yang tercantun dalam SKHU. (khususnya Matematika dan IPA).

2)        Nilai proses pada mata pelajaran (Matematika, Fisika, kimia dan biologi)

3)        Nilai proses pada mata pelajaran (Ekonomi, Geografi, Sosiologi dan sejarah).

4)        Psycotest yang dilaksanakan oleh sekolah bekerjasama dengan pihak luar yang independen.

 

Untuk pelayanan Lintas Minat yang dipiih sesuai dengan lintas minat peserta didik disediakan mata pelajaran  antara lain :

1)            Untuk peserta didik program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam antara lain :

ü  Ekonomi.

ü  Sejarah.

ü  Geografi

ü  Sosiologi

ü  Bahasa dan sastra Inggris.

ü  Bahasa dan sastra Indonesia

2)          Untuk peserta didik program Ilmu Pengetahuan Sosial antara lain :

ü  Fisika.

ü  Kimia.

ü  Biologi

ü  Bahasa dan sastra Inggris.

ü  Bahasa dan sastra Indonesia

 

8)        Kriteria Kelulusan dan Kenaikan Kelas.

Ketentuan Umum.

1)         Kenaikan kelas dilaksanakan pada setia akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap.

2)        Ketentuan kenaikan kelas melalui rapat pleno dewan guru mata pelajaran yang dipimpin oleh kepala sekolah.

3)        Kepada siswa yang tidak naik diberikan kesempatan mengulang dan apabila mengulang sampai 2 kali tidak naik disarankan beradaptasi kesekolah yang lain tanpa merubah status tidak naik.

 

Ketentuan Khusus.

1)         Memiliki seluruh aspek penilian pada semua mata pelajaran yang diujikan dikelas.

2)        Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas berikutnya yang lebih tinggi  apabila yang bersangkutan :

ü  Memiliki ketidak tuntasan pada mata pelajaran (Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia).

ü  Memiliki ketidaktuntasan pada mata pelajaran peminatan.

ü  Absen atau kehadiran minimal 90 % dari perhitungan Hari Efektif Belajar.

Contoh :

Jika mata pelajaran A pengetahuan tidak tuntas, ketrampilan tuntas dan sikap tuntas maka dihitung 1 (Tidak tuntas pada mata pelajaran A).

Jika mata pelajaran B pengetahuan tuntas, ketrampilan tuntas tetapi pada sikap tidak tuntas mK dihitung 1 (mata pelajaran B tidak tuntas).

ü  Ketuntasan untuk aspek pengetahuan jika RC ≥ KKM.

ü  Ketuntasan untu aspek ketrampilan jika RP ≥ KKM

ü  Ketuntasan untuk aspek sikap jika RA ≥  B

Catatan :

A     =  85 – 100

B     =  75 – 84

C     =  50 – 74

D     =  < 50

 

Kriteria Kelulusan.

1)         Kelulusan dari Satuan Pendidikan.

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat dewan guru dengan menggunakan criteria sebagai berikut :

ü  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

ü  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran.

ü  Lulus Ujian Sekolah.

 

Selama dalam pembelajaran mendapat penilaian baik dan tidak terlibat dalam kasus criminal.

 

2)        Kelulusan dari Ujian Nasional.

Untuk menentukan kelulusan sekolah menunggu ketentuan Prosedur Operasional (POS) yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sesuai dengan tahun pelajaran yang berlaku.

 

 
 
SMA NEGERI 1 BALIPAPAN

Terima kasih telah menjadikan website ini sebagai alternatif untuk menjalin Ukhuwah dan meng-upgrade pengetahuan.

Mudah-mudahan dengan berbagi kita bisa menambah pengetahuan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Salam..Nafik Doni Agustan, ST

KlikUntuk KembaliKe atas